PPDB 2017/2018, Sekolah Islam Terbaik Di Lampung, smp islam khusus putri di lampung, SMP Islam Nazhirah

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Islam Nazhirah TP. 2017/2018

Bismillahirrahmanirrahim, Telah dibuka penerimaan siswa baru (PPDB) SMP Islam Nazhirah Bandar Lampung T.P 2017/2018

Mulai : November 2016 s/d kuota terpenuhi (Membuka 3 kelas dan menerima siswi baru/pindahan)

Profile Sekolah

Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah (titipan) yang Allah berikan kepada setiap orang tua. Oleh karena itu, orang tua hendaknya memperhatikan kebutuhan dan perkembangan anak-anaknya, agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, baik jasmani maupun rohani, dan barakhlaqul karimah, serta memiliki intelegensi yang tinggi. Dalam Al-Quran Allah SWT mengklasifikasikan kedudukan anak menjadi empat golongan, yaitu :

1. Ada anak sebagai musuh
2. Anak sebagai fitnah
3. Anak sebagai perhiasan, dan
4. Anak sebagai penyejuk mata (qorrota a’yun) atau penyenang hati

Kedudukan anak yang terbaik adalah manakala anak dapat menyenangkan hati dan menyejukan mata kedua orangtuanya. Mereka adalah anak-anak yang apabila disuruh untuk beribadah, seperti shalat, mereka segera melaksanakannya dengan suka cita. Apabila diperintahkan belajar, mereka segera mentaatinya. Mereka juga anak-anak yang baik budi pekerti dan akhlaknya,ucapannya santun dan tingkah lakunya sangat sopan, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Untuk itu Yayasan Munazarah (pengelola LBPP LIA Bandar Lampung sejak tahun 1991) mendirikan SMP Islam NAZHIRAH Khusus Putri sebagai sekolah yang dengan izin Allah dapat menuntun para remaja putri untuk dapat mengembangkan intelektualitas dan kreatifitas yang selaras dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Dengan konsep Khusus Putri dan Full day school InsyaAllah para remaja putri dapat membentengi dirinya dari hal- hal negatif serta MENJADI MUSLIMAH KAFFAH.

Visi : “Menjadikan Peserta Didik Muslimah yang Kaffah Berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah”

Misi :
1. Penanaman nilai-nilai akhlakul karimah kepada peserta didik agar menjadi muslimah yang kaffah
2. Memberikan penanaman tentang cara beribadah dan berinteraksi social sesuai pemahaman Al qur’an dan As-Sunnah
3. Membangun peserta didik yang berprestasi dalam bidang Al Islam dan berbagai ilmu pengetahuan berlandaskan syariat Islam
4. Memberikan pemahaman tentang pemanfaatan tekhnologi dan internet sebagai media pembelajaran sekaligus sarana dakwah
5. Menyelenggarakan pendidikan berbasis parenting nabawiyah
6. Menyelenggarakan Pendidikan Menengah Islam Khusus Putri yang Pertama dan Terbaik se – Provinsi Lampung
7. Menyelenggarakan sekolah yang ramah anak, sekolah hijau, sekolah bersih, dan sekolah aman

Tujuan :
1. Menciptakan peserta didik yang berakhlakul karimah
2. Menciptakan peserta didik yang memiliki kepribadian muslimah yang kaffah
3. Menciptakan peserta didik yang mampu mengamalkan ibadah sesuai dengan pemahaman Al Quran dan As-Sunnah
4. Menciptakan peserta didik yang memiliki prestasi hapalan Al Quran (minimal 3 Juz) dan hapalan Hadits Shahih
5. Menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi, microsoft word, microsoft powerpoint, dan pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran
6. Menciptakan peserta didik yang memiliki pengetahuan umum berlandaskan Al Quran dan As-Sunnah

Target :
1. Hafal minimal 3 Juz (menambah/melanjutkan bagi siswa yang sudah memiliki hafalan)
2. Hafal minimal 100 Hadist Shahih tentang perempuan
3. Menguasai minimal 35 Biografi sahabiyah/sahabat perempuan Nabi Muhammad SAW
4. Menguasai minimal 60 Biografi Sahabat Nabi Muhammad SAW
5. Berpakaian syar’i sesuai dengan Al Qur’an dan As-Sunnah
6. Menguasai Ilmu Pengetahuan danTeknologi serta Bijak dalam memanfaatkannya

Fasilitas :
1. Lokasi Sekolah strategis yakni di tengah kota Bandar Lampung
2. Gedung Permanen
3. Ruang kelas nyaman, full Ac, mebel portable, lantai parkit dan multimedia
4. Lapangan dan sarana Olah Raga
5. Hotspot Area/Wifi
6. Laboratorium Komputer
7. Perpustakaan
8. Halaman Sekolah luas, dan keamanan terjamin
9. Mushola Nyaman
10. Kantin
11. Locker Siswa
12. Majalah Dinding
13. UKS

Kurikulum :
Kurikulum Nasional
1. Pendidikan Agama Islam
2. Pendidikan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Bahasa Inggris
5. Matematika
6. IPA Terpadu
7. IPS Terpadu
8. Seni Budaya dan Keterampilan
9. Penjaskes
10. Tekhnologi Informasi dan Komunikasi

Kurikulum Keagamaan :
1. Tahsin
2. Tahfidz
3. Sirah Nabawiyah
4. Hadits

Muatan Lokal :
1. Bahasa Arab
2. Bahasa Lampung

Guru :
1. Guru-guru muda professional berdedikasi tinggi sebagai sahabat belajar yang hangat
2. Lulusan S1 dari Perguruan Tinggi Negeri, Swasta, dan pondok pesantren dengan latar belakang disiplin ilmu, kependidikan dan pemahaman agama yang baik
3. Untuk memantapkan kompetensi dan lulusan didatangkan guru-guru tamu yang inspiratif bagi siswi dari berbagi latar belakang profesi

Metode Belajar:
1. Experimental method (Metode percobaan) yaitu metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.
2. Drill method (Metode latihan keterampilan) yaitu dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya.
3. Problem solving method (Metode pemecahan masalah) yaitu yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.
4. project method (Metode perancangan) yaitu dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
5. Majelis pagi (Dzikir pagi, Sholat Dhuha, murojaah dan Doa), kelas hadist, majelis siang (Dzhur berjamaah dan kultum siroh) dan majelis sore ( Ashar berjamaah, dzikir petang dan murojaah)
6. English Week dan Yaumiyah Allughotul Arabiyah
7. Muhadhoroh (Publik Speking)

School Hour :
Kelas : VII – IX
Hari : Senin – Jumat
Waktu : 07.15 – 16.00

Persyaratan dan Tahap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB):
1. Usia calon siswi Minimal 12 tahun
2. Mendaftar dan membayar ujian masuk sekolah
3. Mengambil, mengisi, dan mengembalikan formulir pendaftaran dengan dilampirkan:

a. Siswa Baru:
1. FC Akta kelahiran (3 Lembar)
2. FC KTP Orang tua, ayah & bunda, (3 Lembar)
3. FC Kartu keluarga (3 Lembar)
4. FC Raport kelas 5 dan 6 (3 Rangkap)
5. Pas Foto Siswi (3×4) warna (3 Lembar)

b. Siswa Pindahan (tambahan lampiran)
1. Surat keterangan pindah sekolah dari sekolah asal legalisir dinas setempat
2. FC Raport legalisir sekolah asal
3. Membayar SPP dari awal tahu n pelajaran, jika masuk pada pertengahan tahun pelajaran

4. Wawancara orang tua dan daftar ulang
5. Pengukuran seragam

Ekstrakurikuler :
1. Akademik : Math Club, Science Club, English Club, Arabic Club
2. Non-Akademik : Publik Speaking, Cooking Class, Taekwondo, Panahan, dan Entrepreneurship

Program Unggulan:
Pengembangan karakter dan kepemimpinan, Nazhirah Tahfidzul Qur’an Education Camp, Outbond, Leadership Training and Self Management training, Bakti sosial, Healthy and Hallal Day, Creative Nazhirah Competition, Nazhirah Cyber Community Network, Pentas seni Islam, Fieldtrip, Progress report education for parents, literacy day.
(Info selengkapnya)
Office :
Jl. Kartini No. 40, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung (LBPP LIA Kartini)
Telp. (0721) 5600 656 atau ke CP: Umi Rohmah (0821 7873 7606) , Umi Endang (0896 1282 7879) , Umi Rizki (0857 6809 5427)

Nazhirah's Diary, Sekolah Islam Terbaik Di Lampung, smp islam khusus putri di lampung, SMP Islam Nazhirah, Uncategorized

Ujian??!! Oh, NO!! Serem !

Beberapa minggu ini suasana sekolah diwarnai dengan ujian, ada yang Ujian Nasional (UN) dan sekarang waktunya Ujian Kenaikkan Kelas (UKK), hmm… beberapa pelajar mungkin ada yang galau menghadapinya sehingga timbulah yang namanya baper hehe hmmm… kenapa harus begitu?? ujian sekolah tetap berlangsung tanpa peduli kita baper atau tidak, tapi pasti ada juga yang sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menghadapi ujian, apapun yang kalian rasakan menjelang dan saat ujian, Ayo!! Terus Semangaaaaaaat …!!!

WP_20160523_08_58_18_Pro[1]

Adapun beberapa tips menghadapi ujian di sekolah, Insya Allah bermanfaat, lets check it out!

Berdo’a dan mintalah do’a restu dari kedua orang tua.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Tidak sekali kali Aku ciptakan jin dan manusia untuk Ibadah.” (Adz Dzaariyaat: 56)

The very first thing you have to do is PRAYING. Kenapa doa yang paling utama dan pertama yang harus dilakukan? karena supaya ditunjukan rejeki kita jatahnya yang mana, halal yang mana, kemudian kita ikhtiar. Ikhtiar yang dituntun oleh Allah pasti tepat.
Tapi ikhtiar tanpa dituntun Allah, pasti stress… nah mampu menjawab soal dengan teliti dan benar sudah merupakan rejeki dari Allah, bahkan  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan dan mendorong seseorang hamba untuk berdo’a

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)

“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

Tak lupa juga untuk selalu berbuat baik kepada kedua oranng tua dan memohon doanya, karena ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, murka Allah pada murka orang tua.Berbakti kepada kedua orang tua menjadi salah satu penyebab terkabulkannya doa dan penyebab keberkahan dan bertambahnya rezeki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Ahmad)

hmm… bagaimana?? awali semuanya dengan doa yah ^^

Jaga Kesehatan

Yang kedua adalah menjaga kesehatan. Coba bayangkan bagaimana mau belajar jika badan kita sakit, lemes, loyo, kurang bergairah, baper, galau de el el. Berapa kerugian yang ditimbulkan jika badan kita loyo, gak bergairah dan lemes… masa depan yang akan jadi taruhannya.

Jadi sehat itu penting, yang jelas dengan sholat wajib 5 waktu + sholat sunnah yang kalian lakukan itu sudah merupakan olahraga yang pasti dilakukan dan otomatis menyehatkan, kalau kalian lemes, loyo, kurang gairah, baper, galau de el el lebih perbaiki lagi ibadah sholatnya ^^

Mengikuti Setiap Kegiatan Pembelajaran di Sekolah dengan Baik

Kalau badan kita sehat dan hati tenang Insya Allah hidup kita akan selalu terasa bahagia dan menyenangkan, sehingga mampu mengikuti setiap kegiatan pembelajaran di sekolah dengan baik dan lebih bersemangat dan pemahaman yang didapatkan jauh lebih maksimal, mengerjakan soal pun terasa ringan.

Rajin Berlatih Soal 

Rajin berlatih soal di rumah secara kontinyu tentunya membuat memori otak kita selalu bertambah dan terasah, the more you do the more you get. Semakin banyak berlatih soal semakin kita paham dan banyak materi yang dikuasai. Ganbatte!!

Ciptakan Suasana Belajarmu Jadi Menyenangkan

Apapun yang membuatmu senang lakukanlah sambil belajar, seperti kata pepatah “menyelam sambil cari MUTIARA” =D

Contoh, kalian sukaaaaa banget bantuin orang tua di rumah nyuci piring, nah nyuci piring sambil murojaah hapalan surat Al Mulk, kan keren tuh manfaatnya, karena kalian senang dan sering diulang, ketika ujian tiba sudah hapal deh surat Al Mulk nya dengan makhrojul huruf yang benar. Iya kaaan?? ^^

Selalu Sarapan Sebelum Ujian dan Rutin Minum Air Putih

Disiplin sarapan dan minum air putih akan meningkatkan konsentrasi dan fokus kita, dan terhindar dari gagal paham atau gagal fokus, blank, hang atau bahkan error processing ketika belajar dan menghadapi ujian. Spare your 10 minutes in the morning for having your breakfast, it will save you all day long.

Ketika ujian berlangsung kerjakanlah semuanya dengan jujur dan percaya diri. Kalian pasti bisa ^^ karena buah kejujuran itu adalah surga …aamiin..

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

هَٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allâh ridha kepada kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung [Al-Mâidah/5:119]

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’

Kesimpulannya adalah ujian itu gak serem asalkan persiapan kita maksimal, yang buat serem adalah diri kita sendiri karena persiapan kita minimal.

Semangaaat..!!! ^^

English is Fun, English Speaking, Keberkahan Hujan, Uncategorized

Ketika Hujan Turun, Kesempatan Emas untuk Berdo’a

Rain as the Blessing of Allah

SMP Islam Nazhirah

7 Khadijah

Proudly Presents

Narrator           : All the characters in this drama are not truly living things. Because                                               they have no soul like human animals and plants. But, don’t you know?                                       Everything in this universe always dzikr to Allah. And, our story begins in                                 a large body of water.

Sea                    : It’s getting hot in here. I don’t think I can swim anymore. I’m feeling light                                and airy.

Clothesline    : Yeah! I’m feeling light too. Look! The clothes here, they are getting dry.

Sun                   : I can’t help it. I’m hot and full of energy. That’s what I do, and I do it so                                       well, don’t I?

Sea                    : Look! I’m changing into droplet and going to the cloud.

Clothesline     : So am I. Look! The water on these clothes begin to vapor and go up to the                                   cloud

Sea                  : I think, I’m getting dizzy. I’m feeling so strange.

Sun                  : Uh-Oh! You’re not floating in the water anymore. You’re floating in the air,                               you are not a drop of water either, you are a water vapor now!

Clothesline      : what’s water vapor?

Coconut Tree  : It’s not water, but it’s a gas. You have evaporated and turned into a gas.

Narrator           : The drop of water looks around and begins to feel lonely in the sky.

Windy               : I’m blowing…. I’m blowing….I’m blowing….

Coconut Tree  : Wooooooo… I’m waving… wouuuuw… woouuwww.. Hey, wind you are                                         so……blowing.

Hill                  : Bbbrrrrrrr…. It’s sooooo… cold

Windy             : It’s getting so cold. So, I’m blowing strongly the place where the                                                   air pressure is lower. I’m blowing to you …. —-à (coconut tree)

Coconut Tree  : Woouuwww ….

Windy             : And I’m blowing to you …. —-à (Clothesline)

Clothesline      : Hey! BBBbbrrrrrr… I’m cold …

Windy             : I’m blowing everywhere ..

Windy             : Please! When I’m blowing strongly, pray to Allah!

Hill                  : اللّهُـمَّ إِنَّـي أَسْـأَلُـكَ خَيْـرَها، وَأَعـوذُ بِكَ مِنْ شَـرِّها“O Allah, I ask You for the good of it and seek                                        refuge in You against its evil.”(Abu Dawud 4/326, Ibn Majah 2/1228. See also                                 Al-Albani, Sahih Ibn Majah 2/305.)

Water Drop 1  : I feel like joining othere and forming a crowd!

Cloud              : I think you mean a CLOUD not a CROWD!

Water Drop 2  : Hey! Can I join you?

Water Drop 1  : Yes my friend! We’re getting ready to fall down.

Narrator           : All the water drops gather on the cloud and immediately, will fall to the                                     earth

Cloud              : Ugh!… all of you are soooooooo heavy! I can’t hold you anymore.

Rain 1&2         : Praises to Allah! Now, we are falling down to the earth.

CT, CL, Hill    : Alhamdulillah.. it’s raining ! it’s raining !

Hill                  : I love raining! Without rain, there would be no life on earth.

Clothesline      : As Allah Subhanahu Wa Ta’ala says .. وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا

                               “… and in the water which Allah sends down from the sky and thereby gives life to                                  the earth after its death..”(QS. Al Baqarah: 164)

All                   : Masya Allah…

Cloud              : It’s golden time for us to recite a pray to Allah. We can pray anything for                                    good deeds

All                   : اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً“O Allah, (bring) beneficial rain clouds”(HR.Bukhari no. 1032)

Hill                   : Look, now I become green, there are some grass growing! Alhamdulillah

Coconut Tree     : فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ“..and he has sent send down water from the sky to bring                                        forth fruits for your provision..” (QS. Al Baqarah: 22)

Rain 1              : We should remember our Prophet Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam                               taught us to atribute the blessings of rain to Allah and no one else

Rain 2              : Allah is the only God! He has given us these blessings and no one else.

Narrator           : Suddenly, the thunder is coming out.

Cloud/Thunder            : DDDddaAAAAaaRRRrr…. !!! DDDddaAAAAaaRRRrr…. !!!

Windy             : Wooosshhh….!!! Woosshhhh!!! I’m blowing again together with the rain                                     and thunder… Wooosshhh….!!!

All                   : Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….!!!!

Sea                  : Don’t be afraid! Keep praying to Allah!

Coconut Tree  : سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ Glory is to Him Whom thunder and angels                                       glorify due to fear of Him.” (Whenever Abdullah bin Zubair (RA) would hear                                 thunder, he would abandon all conversation and say this supplication. See                                 Al-Muwatta’ 2/992. It was graded authentic by Al-Albani as a statement of                               Abdullah bin Zubayr only.)

Narrator           : Finally, the rain is over and the sun rises so …………… brightly.

Water Drop 1&2         : Now, we are back to the sea. We can swim swim and swiiiiimm

Sea                  : Welcome back guys =D !

Sun                  : I’m coming… I’m shining… Hello guys!

Cloud              : All praises to Allah, now it feels so warm .. مُطِـرْنا بِفَضْـلِ اللهِ وَرَحْمَـتِه “O Allah, (bring)                              beneficial rain clouds.”(HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71)

Sun                  : It was such a beautiful rain. As Allah says وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖأَفَلَايُؤْمِنُونَ

                             “…and we made from water every living thing. Then, will they not believe?”(QS. Al                            Anbiya:30)

All                   : We believe !!! Allahu Akbar

Narrator           : All of the universe praises to Allah Subhanahu wa ta’ala. Because of His                                     blessings and mercies, human, plats and animals can live happily. All                                         praises to Allah.

 

tafadholi jika ingin di-share atau copas sebagai referensi pembelajaran, mohon tetap cantumkan sumbernya yaa ^^, jazakumullahu khairan katsir..

Fb: Smp Islam Nazhirah
Fanpage: SMP ISLAM NAZHIRAH
Youtube: SMP Islam Nazhirah
Instagram: @smp_islam_nazhirah

 

Nazhirah's Diary, Sekolah Islam Terbaik Di Lampung, smp islam khusus putri di lampung, SMP Islam Nazhirah, teen muslimah, Uncategorized

Semangat yang Tak Pernah Pudar

Jika kita ingat kembali kisah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang bernama Bilal bin Rabah dengan semangat dan keistiqomahannya menegakkan tauhidnya hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala walaupun ia harus rela kala itu tubuhnya harus ditimpa batu besar yang sangat berat karena dipaksa untuk meninggalkan agama islam dan kembali kepada berhala, sungguh seberat apapun dan sesakit apapun siksaan yang menderanya tidak mampu memadamkan semangatnya untuk tetap menyebut “Ahad… Ahad.. Ahad” ia tetap beriman kepada Allah.

Jika kita kembali mem-flashback bagaimana gagahnya seorang Khalid bin Walid dalam memimpin pasukan muslim untuk berjihad dalam perang melawan kaum murtad, Masya Allah .. beliau adalah sosok seorang pemimpin cerdas yang mampu memukul mundur pasukan musuh dengan strategi perang yang jitu. Sosok rendah hati yang selalu menang dalam setiap pertempuran sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberinya gelar Saifullah “Pedang Allah “.

Dari kisah tersebut patutlah kita isi lembar kehidupan ini dengan semangat yang tak pernah pudar. Tanggal 2 Mei kemarin kita peringati bersama sebagai Hari Pendidikan Nasional, pertanyaannya adalah Apa yang sudah kita lakukan terhadap pendidikan kita??? Ayo kita murtad, murtad dari keburukan!

Sekarang sudah saatnya kita pukul mundur kebodohan dan kemalasan! bagaimana memulainya? mulailah dari sendiri dan selalu penuhi diri kita dengan ilmu-ilmu bermanfaat yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah, tinggalkan yang tidak syar’i. It’s simple, Let’s change IMPOSSIBLE become I’M POSSIBLE. Semangat untuk pendidikan Indonesia!! ^^. Salam persaudaraan dari SMP Islam Nazhirah Muslimah Kaffah School

 

 

art and craft, ekskul smpi nazhirah, Nazhirah's Diary, pottery, Sekolah Islam Terbaik Di Lampung, smp islam khusus putri di lampung, SMP Islam Nazhirah, teen muslimah

Mengulik Ekskul di SMP Islam Nazhirah

Sekolah semakin asyik ketika ada ekskul yang pastinya bisa mengasah hobi dan potensi kita, contoh yang hobi olahraga pasti masuk ekskul bola basket atau futsal atau juga ada yang hobi menjelajah biasanya ikut Pramuka, Pecinta Alam atau PMR..

hmm.. lalu bagaimana dengan ekskul yang ada di SMP Islam Nazhirah khusus putri ini? well, sudah saatnya kita memilih ekskul yang anti mainstream alias out of the box alias yang lain dari biasanya. Anti Mainstream disini bukan berarti siswi putri ekskulnya sepak bola hmm no… jangan sampai salah!, hehehehe..

Seorang wanita tentunya juga harus bisa multi skill dan multi talent, di SMP Islam Nazhirah kami selalu mencoba agar kami dapat menggali potensi otak kiri dan kanan kami secara maksimal. Check this out!

Ekskul COOKING CLASS

Disini seluruh siswi SMP Islam Nazhirah bereksperimen membuat sesuatu yang baru dan lezaaaat tentunya sehaaaat… Eksperimen tidak harus selalu di laboratorium loch. Nah, laboratorium kita adalah dapur dan kantin, amazing kan? hahahaha…

Hasil dari masakan buatan kami nantinya bisa jadi ide untuk dijual wahh jiwa bisnisnya tetep jalan loch jadi kedepannya dengan ide menu makanan sehat yang baru dan unik mampu menghantarkan Siswi-Siswi SMP Islam Nazhirah ke gerbang bisnis kuliner atau cake and pastry, aamiin =)) juga bisa kami makan bersama teman-teman di sekolah dan guru-guru kami. Alhamdulillah hasilnya enak semua, Yeaaay!!

Ekskul PUBLIC SPEAKING

Public speaking berarti disini kami belajar dan berlatih untuk bisa berbicara didepan publik dengan penuh percaya diri, dengan menggunakan metode trilingual (Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) kami dengan maksimal mengasah otak kiri dan kanan kami agar menghasilkan kata-kata yang terstruktur dengan indahnya dan tentunya harapan kami mampu menginspirasi pendengarnya ketika kami berbicara.

Apa saja yang kegiatan saat Public Speaking berlangsung? Ini dia …

 

Ekskul ENTREPRENEURSHIP

Sebenarnya entrepeneurship juga mencakup kegiatan berjualan dari hasil cooking class but saat ini kami sedang menggeluti kegiatan art and craft. Seni merajut yang dilakukan dari teknik basic sampai yang complicated kami lakukan dengan istiqomah, pastinya semua sudah tau bagaimana sih amazingnya hasil rajutan? dan peluang untuk bisa go public sehingga mampu diminati oleh pasar? semoga cita-cita kami tercapai dan bisa menghasilkan aneka hasil rajutan yang beda dari yang lain, aamiin…

ada juga seni potterydari tanah liat yang bisa menghasilkan berbagai macam kerajinan untuk dekorasi ruangan, perkakas rumah tangga seperti piring, gelas dll, celengan bisa di sempurnakan dengan warna-warna menawan sesuai dengan filosofi warna terhadap yang memandangnya pun juga menggunakannya, bagaimana warna itu bisa mengggugah konsumen untuk tertarik membeli produk kami kelak, aamiiin =))

well, sahabat… =))

masih banyak lagi ekskul yang ada di SMP Islam Nazhirah, biar penasaran apa aja siihh ekskul lainnya??? hihihihi.. tunggu postingan selanjutnya yaa…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nazhirah's Diary, Uncategorized

Cinta Yang Me-musimsemi-kan Hati Part 2

Berbagai warna-warni kami alami selama hampir setahun di setiap kegiatan pembelajaran di SMP Islam Nazhirah, cinta ini semakin bersemi bermekaran di hati kami. Lika-Liku, tantangan, keseriusan dan keceriaan yang terpancar sangatlah amazing …. =D

Sangat senang dan menjadi vitamin penambah semangat ketika mendengar salah satu ukhti kami berkata “seneng bangeeet.. sekolah di Nazhirah” dan juga ada yang bilang “kangen sama temen-temen di Nazhirah” saat berlangsungnya libur semester ganjil lalu.

InstagramCapture_7a5e4dc6-3bf7-4530-a8b4-a26643bfaae8[1]

seperti hadits cinta yang disabdakan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Tidak maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai: Sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR. Muslim)

setiap salam, setiap sapa dan setiap teguran merupakan cinta yang kami tunjukkan yang insya Allah semua itu karena Allah…

SMP Islam Nazhirah Muslimah Kafah School semoga selalu bisa menjadi rumah belajar dan rumah tahfidz yang nyaman dan lebih baik, amiiin…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dzikirpagipetang, Sekolah Islam Terbaik Di Lampung, smp islam khusus putri di lampung, SMP Islam Nazhirah

Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ..

Setiap pagi kami bersama siswi SMP Islam Nazhirah memulai pembelajaran dengan melakukan dzikir pagi dan sebelum pulang pun kami menutup aktivitas di sekolah dengan dzikir petang. Harapan kami adalah agar tertanam dalam diri siswi SMP Islam Nazhirah bahwa berdzikir adalah kewajiban dan kebutuhan yang harus dilaksanakan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala

 

Barangsiapa melakukan dzikir mulai bangun tidur sampai ia tidur kembali, dan ia melakukan semua itu dengan konsisten, ikhlas dan ittiba’ kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka lidahnya akan terus menerus basah oleh dzikir kepada Allâh dalam semua kondisi.

Berikut adalah KEUTAMAAN DZIKIR KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حَفِظَهُ الله تَعَالَى

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ ، فَأَنْبِئْنِيْ مِنْهَا بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ ؟ قَالَ : لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ

Dari ‘Abdullâh bin Busr Radhiyallahu anhu berkata, “Seorang Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, ‘Wahai Rasûlullâh, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak pada kami. Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang kami bisa berpegang teguh kepadanya ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah lidahmu senantiasa berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla”

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya (IV/188, 190); at-Tirmidzi (no. 3375). Beliau berkata, “Hadits ini hasan gharib.”; Ibnu Majah (no. 3793) dan lafazh ini miliknya. Ibnu Abi Syaibah (X/89, no. 29944); Al-Baihaqi (III/371)

Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibbân (no. 811-at-Ta’lîqâtul Hisân) dan al-Hâkim (I/495) dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Dishahihkan juga oleh Syaikh al-Albâni dalam Shahîhul Jâmi’is Shaghîr (no. 7700), Shahîh al-Kalimut Thayyib (no. 3), dan Shahîhut Targhîb wat Tarhîb (no. 1491)

SYARAH HADITS
Ibnu Hibban[1] meriwayatkan hadits ini dalam shahihnya dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ‘Amal apakah yang paling dicintai oleh Allâh Azza wa Jalla ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau mati dalam keadaan lidahmu basah karena berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla .’”

Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kaum Mukminin untuk banyak berdzikir kepada-Nya dan Allâh memuji orang-orang yang banyak berdzikir. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allâh, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” [al-Ahzâb/33:41-42]

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman.

وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“… Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“[al-Ahzâb/33:35]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَبَقَ الْمُفَرِّدُوْنَ قَالُوْا: وَمَا الْمُفَرِّدُوْنَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: اَلذَّاكِرُوْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتُ

“al-Mufarridûn telah mendahului.” Para sahabat berkata, “Siapa al-Mufarridûn wahai Rasûlullâh?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kaum laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allâh.”[2]

Dari hadits di atas, terlihatlah makna al-mufarridun, yaitu orang yang terus-menerus berdzikir kepada Allâh dan menyukainya. Orang yang banyak berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla dengan ikhlas karena Allâh Azza wa Jalla , mengikuti contoh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hatinya ingat kepada Allâh Azza wa Jalla dan batas-batas-Nya, maka dia termasuk orang yang bertakwa. Sahabat ‘Abdullâh bin Mas’ud Radhiyallahu anhu telah menjelaskan makna takwa ini pada saat beliau menafsirkan firman Allâh Azza wa Jalla, yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kalian kepada Allâh dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya…” [Ali ‘Imrân/3:102]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

أَنْ يُطَاعَ فَلاَ يُعْصَى ، وَأَنْ يُذْكَرَ فَلاَ يُنْسَى ، وَأَنْ يُشْكَرَ فَلاَ يُكْفَرَ

Hendaklah Allâh itu ditaati dan tidak dimaksiati, diingat dan tidak dilupakan, serta disyukuri dan tidak dikufuri.[3]

Contoh teladan kita adalah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla dalam setiap keadaannya. Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengingat Allâh dalam setiap keadaannya.[4]

Salah seorang dari tujuh orang yang dinaungi Allâh Azza wa Jalla dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya diantaranya ialah orang yang berdzikir kepada Allâh di saat sendirian kemudian berlinanglah air matanya.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

… وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ …

“… Dan seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allâh di saat sendirian kemudian berlinanglah air matanya …”[5]

Hati orang-orang yang mencintai Allâh Azza wa Jalla tidak akan tenang kecuali dengan dzikir kepada-Nya dan jiwa orang-orang yang rindu kepada-Nya tidak tenang kecuali ingin berjumpa dengan-Nya. Allâh Azza wa Jalla memerintahkan untuk berdzikir kepada-Nya dalam setiap keadaan dan memuji orang-orang yang berdzikir. Allâh Azza wa Jalla yang artinya, “(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allâh sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari adzab neraka.’” [Ali ‘Imrân/3:191]

Bahkan Allâh Azza wa Jalla memerintahkan untuk berdzikir dalam jihad, berperang menghadapi musuh. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allâh banyak-banyak (berzikir dan berdo’a) agar kamu beruntung.” [al-Anfâl/8:45]

Allâh Azza wa Jalla juga memerintahkan dzikir sesudah shalat :

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ

Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allâh ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring…” [an-Nisâ’/4:103]

Yang dimaksud shalat pada ayat ini adalah shalat khauf (shalat pada saat takut). Oleh karena itu, Allâh Azza wa Jalla berfirman :

فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sungguh shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [an-Nisâ/4:103]

Allâh Azza wa Jalla juga memerintahkan berdzikir sesudah melaksanakan ibadah haji. Allâh Azza wa Jalla berfirman, yang artinya, “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allâh, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu…” [al-Baqarah/2:200]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan juga berdzikir ketika kita sedang duduk atau berada di majelis.

مَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ وَمَنِ اضْطَجَعَ مَضْجَعًا لاَ يَذْكُرُ الله فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ

Barangsiapa duduk di suatu tempat, lalu tidak berdzikir kepada Allâh di dalamnya, pastilah dia mendapatkan kerugian dari Allâh, dan barangsiapa yang berbaring dalam suatu tempat lalu tidak berdzikir kepada Allâh, pastilah mendapatkan kerugian dari Allâh.[6]

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ ، وَلَمْ يُصَلُّوْا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً ، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَلَهُمْ.

Apabila suatu kaum duduk di majelis, lantas tidak berdzikir kepada Allâh dan tidak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , pastilah ia menjadi kekurangan dan penyesalan mereka. Maka jika Allâh menghendaki, Dia akan menyiksa mereka dan jika menghendaki, Dia akan mengampuni mereka.”[7]

مَامِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

Setiap kaum yang bangkit dari suatu majelis yang mereka tidak berdzikir kepada Allâh di dalamnya, maka selesainya majelis itu seperrti bangkai keledai dan hal itu menjadi penyesalan mereka (di hari Kamat).[8]

Allâh Azza wa Jalla juga memerintahkan berdzikir dengan dzikir yang banyak pada saat mencari nafkah dan sesudah shalat jum’at. Allâh Azza wa Jalla berfirman, yang artinya, “Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allâh dan ingatlah Allâh banyak-banyak agar kamu beruntung.” [al-Jumu’ah/62:10]

Pada ayat ini, Allâh Azza wa Jalla menggabungkan antara usaha mencari karunia (mencari nafkah) dengan banyak dzikir kepada-Nya. Oleh karena itu, ada hadits tentang keutamaan dzikir di pasar-pasar dan tempat-tempat melalaikan seperti dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ دَخَلَ السُّوْقَ فَقَالَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ الْـمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ يُحْيِـيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْـخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ، كَتَبَ اللهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

Barangsiapa memasuki pasar, sedang di dalamnya ada sesuatu yang diteriakkan dan diperjual-belikan kemudian berkata, ‘Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allâh saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan dan pujian milik-Nya. Dia menghidupkan, mematikan, Mahahidup, dan tidak mati. Seluruh kebaikan ada di Tangan-Nya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,’ maka Allâh menulis baginya satu juta kebaikan, menghapus satu juta kesalahan darinya, dan mengangkat satu juta derajat baginya [9].

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan keutamaan yang besar dalam berdzikir di pasar, karena pasar adalah tempat yang banyak orang berbohong, menipu, sumpah palsu, dan maksiat-maksiat lainnya. Abu Ubaidah bin Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu berkata, “Selama hati seseorang berdzikir kepada Allâh, maka ia berada dalam shalat. Jika ia berada di pasar dia menggerakkan mulutnya, itu lebih baik.”[10]

DZIKIR SIANG DAN MALAM
Sebagaimana diketahui bahwa Allâh Azza wa Jalla mewajibkan kaum Muslimin berdzikir kepada-Nya setiap siang dan malam sebanyak lima kali dengan cara mendirikan shalat pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Selain kelima shalat tersebut, Allâh Azza wa Jalla mensyari’atkan mereka berdzikir sebanyak-banyaknya. Allâh Azza wa Jalla mensyari’atkan shalat agar manusia berdzikir kepada-Nya (mengingat Allâh) dan juga Allâh Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan shalat-shalat sunnah, dan mengisi waktu-waktunya dengan amal-amal yang wajib dan sunnah agar manusia senantiasa ingat kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Allâh Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allâh, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” [Thâha/20:14]

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman yang artinya, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Qur’ân) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allâh (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allâh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [al-‘Ankabût/29:45]

Al-Hâfizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang tafsir ayat ini, “Maksudnya, shalat itu mencakup dua hal : (pertama) meninggalkan berbagai kekejian dan kemungkaran, artinya mengerjakan shalat dengan rutin bisa mengantarkan kepada sikap meninggalkan hal-hal tersebut… (kedua) shalat mencakup pula upaya mengingat Allâh Subhanahu wa Ta’ala , inilah tuntutan terbesar”[11]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya dalam shalat terdapat (dua hal): (Pertama) menolak sesuatu yang dibenci-yaitu perbuatan keji dan mungkar-, dan (Kedua) mewujudkan sesuatu yang dicintai, yaitu dzikir (mengingat) Allâh Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian, tercapainya sesuatu yang dicintai ini lebih besar daripada menolak hal yang dibenci tersebut. Karena dzikirullâh Subhanahu wa Ta’ala adalah suatu ibadah yang semata-mata karena Allâh, dan ibadah hati kepada Allâh adalah tujuan inti yang diinginkan. Adapun tertolaknya kejelekan dari hati, maka hal itu dimaksudkan karena selain-Nya, yaitu sebagai penyerta saja.”[12]

Maksudnya apabila ia ikhlas dalam berdzikir dan sesuai dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga menimbulkan rasa takut kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala , maka perbuatan keji dan munkar akan tertolak dari hatinya. Wallaahu a’lam.

Dzikir dengan lisan, disyariatkan di semua waktu dan disunnahkan di sebagian waktu dengan sunnah mu-akkadah (sunnah yang sangat ditekankan).

Dzikir-dzikir dilakukan dengan hati dan lisan. Hati mengagungkan Allâh Azza wa Jalla dan lisan melafadzkan dzikir-dzikir tersebut, dan anggota tubuh melaksanakan ketaatan kepada Allâh Azza wa Jalla dan menahan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.

Misalnya, lafadz Lâ ilâha illallâh, seseorang yang mengucapkan lafadz ini harus tahu tentang makna Lâ ilâha illallâh, hatinya wajib meyakini bahwa Allâh satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi, semua sesembahan yang disembah oleh manusia adalah batil. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allâh. Kemudian seorang hamba wajib melaksanakan seluruh bentuk ibadah hanya kepada Allâh saja dan tidak boleh dipalingkan kepada selain Allâh.

Oleh karena itu, dzikir merupakan amal. Hal itu tampak dalam al-Qur’ân, bagaimana amal-amal shalih itu senantiasa disertai dzikir.

Lâ ilâha illallâh yang merupakan syahadat adalah dzikir paling afdhal (utama).

Di antara waktu berdzikir yang ditekankan ialah berdzikir setelah shalat wajib lima waktu yaitu berdzikir sebanyak seratus kali. Dzikirnya berbentuk tasbih yaitu membaca (33x) سُبْحَانَ الله , tahmîd yaitu membaca (33x) اَلْـحَمْدُلِلَّـه , takbir yaitu membaca (33x) اَللَّـهُ أَكْبَر , dan ditutup dengan

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ الْـمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

Dzikir juga disunnahkan setelah shalat Shubuh dan shalat Ashar. Jadi, dzikir pagi disyariatkan setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit. Dzikir sore disyari’atkan sesudah shalat Ashar hingga matahari terbenam. Kedua waktu ini adalah waktu siang yang paling baik untuk berdzikir. Oleh karena itu, Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kaum Muslimin berdzikir di kedua waktu tersebut. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. [al-Ahzâb/33:42]

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang [al-Insân/76:25]

Juga firman-Nya, yang artinya, “…Dan sebutlah (nama) Rabb-mu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari.“ [Ali ‘Imrân/3:41]

Juga firman-Nya, yang artinya, “…Allâh mewahyukan kepada mereka, ‘Bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.’“ [Maryam/19:11]

Juga firman-Nya, yang artinya, “Maka bertasbihlah kepada Allâh pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh).” [ar-Rûm/30:17]

Juga firman-Nya, yang artinya, ” … Dan bertasbihlah seraya memuji Rabbmu pada waktu petang dan pagi.”[Ghâfir/40:55]

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.

Dzikir yang paling baik yang dikerjakan di kedua waktu tersebut ialah sesudah shalat Shubuh dan shalat Ashar yang merupakan shalat paling utama, shalat Ashar yang disebut juga shalat wustha. Barangsiapa yang menjaga kedua shalat tersebut (Shubuh dan Ashar), maka ia masuk Surga. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْـجَنَّةَ

Barangsiapa yang menjaga kedua shalat (Shubuh dan Ashar) maka ia masuk Surga.[13]

Dzikir pagi sesudah shalat Shubuh dan dzikir sore sesudah shalat Ashar. Dzikir di kedua waktu ini lebih baik dari amal lainnya, kemudian sesudah (berdzikir) itu membaca al-Qur’ân. Dzikir-dzikir dan do’a-do’adi pagi dan sore hari yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak sekali.[14]

Waktu lainnya setelah kedua waktu tersebut ialah malam hari. Oleh karena itu, tasbih dan shalat malam hari disebutkan di al-Qur’ân setelah kedua waktu tersebut.

Jika setelah shalat Isya’ ia ingin tidur, ia disunnahkan tidur dalam keadaan suci dan berdzikir. Ia bertasbih, bertahmid, bertakbir, sebanyak seratus kali seperti diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu dan Fathimah Radhiyallahu anhuma. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh keduanya berbuat seperti itu jika hendak tidur, dilanjutkan dengan dzikir-dzikir menjelang tidur yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dzikir-dzikir menjelang tidur itu bervariasi, misalnya membaca al-Qur’ân, dan berdizkir kepada Allâh. Setelah itu, ia baru tidur.[15]

Jika ia bangun di tengah malam dan berubah posisi di ranjangnya, hendaklah ia berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla setiap kali ia berubah posisi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bangun dari tidurnya kemudian berkata :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ الْـمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْـحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allâh saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kerajaan dan pujian milik-Nya, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allâh, segala puji bagi Allâh, tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allâh, Allâh Maha Besar, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allâh

، ثُمَّ قَالَ : رَبِّ اغْفِرْلِيْ ، أَوْ قَالَ : ثُمَّ دَعَا اسْتُجِيْبَ لَهُ ، فَإِنْ عَزَمَ وَتَوَضَّأَ ، ثُمَّ صَلَّى قُبِلَتْ صَلاَتَهُ .

Kemudian berkata, ‘Ya Allâh, ampunilah aku,’ –atau beliau bersabda, kemudian ia berdo’a-, maka do’anya dikabulkan. Jika ia berwudhu kemudian shalat, maka shalatnya diterima.”[16]

Seorang suami bangun untuk shalat malam kemudian dia membangunkan istrinya untuk shalat maka keduanya termasuk orang yang banyak berdzikir . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا أَيْقَظَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّيَا –أَوْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا- كُتِبَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ الله كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ.

Apabila seorang suami membangunkan istrinya di malam hari, lalu keduanya shalat –atau masing-masing melakukan shalat dua rakaat- maka keduanya dicatat sebagai laki-laki dan wanita yang banyak mengingat Allâh.[17]

Kemudian selesai tahajjud dan witir hendaknya beristighfar pada waktu sahur, karena Allâh Azza wa Jalla memuji orang-orang yang beristighfar di waktu sahur.

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar. [Ali ‘Imrân/3:17]

Jika fajar telah terbit, ia mengerjakan shalat sunnah dua rakaat kemudian mengerjakan shalat Shubuh. Setelah itu, ia sibuk dengan dzikir yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai matahari terbit seperti telah disebutkan.

Barangsiapa kondisinya seperti itu, maka lidahnya tidak henti-hentinya basah oleh dzikir kepada Allâh Azza wa Jalla . Ia berdzikir ketika hendak tidur, ketika badan berbolak-balik di tempat tidur, kemudian mulai berdzikir lagi ketika bangun tidur. Ini bukti kebenaran cinta kepada Allâh Azza wa Jalla .

Dan urusan agama dan dunia yang pertama kali dikerjakan seseorang di pertengahan malam dan siang, maka sebagian besar darinya disyariatkan dzikir dengan nama Allâh. Dzikir dengan nama Allâh dan memuji-Nya disyariatkan ketika ia makan, minum, berpakaian, melakukan hubungan suami-istri, masuk rumah, keluar rumah, masuk dan keluar kamar mandi, naik kendaraan, menyembelih, dan lain sebagainya.

Ia disyariatkan memuji Allâh Azza wa Jalla ketika bersin, berlindung dan memohon keselamatan ketika melihat orang-orang yang diuji dalam agama dan dunia, mengucapkan salam ketika bertemu dengan orang Muslim, menjenguk dan mendo’akan mereka ketika sakit, memuji Allâh Azza wa Jalla ketika mendapatkan nikmat baru yang ia sukai dan hilangnya sakit yang dibencinya. Yang paling sempurna dari itu semua adalah ia memuji Allâh pada saat suka, duka, krisis, dan dapat rezeki. Jadi ia memuji Allâh dalam semua keadaan dan kondisi.

Ia disyariatkan berdzikir dan berdo’a kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala ketika masuk pasar, mendengar suara kokok ayam di malam hari, mendengar petir, hujan turun, angin bertiup kencang, melihat bulan, dan melihat pohon pertama kali berbuah.

Ia juga disyari’atkan berdzikir dan berdo’a kepada Allâh ketika sakit, mendapatkan musibah, ketika akan keluar untuk bepergian, berhenti di tempat-tempat dalam perjalanannya dan ketika tiba dari perjalanan dan dzikir-dzikir lainnya.

Ia disyariatkan berlindung kepada Allâh ketika marah, melihat sesuatu yang tidak disukainya di dalam mimpinya, mendengar suara anjing dan keledai di malam hari.

Ia disyariatkan istikhârah (meminta pilihan) kepada Allâh ketika menginginkan sesuatu yang ia belum memiliki pilihan di dalamnya.

Seorang Muslim diwajibkan oleh Allâh Azza wa Jalla untuk segera bertaubat kepada-Nya dan istighfar dari seluruh dosa, dosa-dosa besar maupun kecil. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allâh, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allâh ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” [Ali ‘Imrân/3:135]

Barangsiapa melakukan dzikir mulai bangun tidur sampai ia tidur kembali, dan ia melakukan semua itu dengan konsisten, ikhlas dan ittiba’ kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka lidahnya akan terus menerus basah oleh dzikir kepada Allâh dalam semua kondisi.

Seorang Mukmin hendaknya menggunakan waktunya sebaik mungkin untuk beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla, berdo’a, berdzikir, mencari nafkah, menuntut ilmu, dan lainnya. Dan yang paling mudah yaitu berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla , karena seorang Mukmin dapat berdzikir dimana saja dan kapan saja bisa dilakukan ketika ia berjalan, berkendaraan, naik bis, kereta, ketika menunggu bis dan kereta atau angkutan umum. Lisan ini harus selalu basah dengan berdzikir kepada Allâh kepada setiap waktu dan hal ini mudah dan ringan, bisa dilakukan oleh setiap Mukmin dan Mukminah. Bahkan seorang mukminah dia bisa berdzikir ketika menggendong anaknya, menyusui anaknya, atau ketika masak dan lainnya.

KEUTAMAAN DZIKIR
Dengan dzikir, hati akan menjadi tenang. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allâh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allâh hati menjadi tentram. [ar-Ra’d/13:28]

Diriwayatkan dari Abu Darda’ Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُُنَبِّئُكُمْ بِخَيرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ ؟ قَالُوْا : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ! قَالَ : (( ذِكْرُاللهِ تَعَالَى))

Maukah kamu aku tunjukkan amalan yang terbaik dan paling suci di sisi Rabbmu, dan paling mengangkat derajatmu, lebih baik bagimu daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?” Para sahabat yang hadir berkata, “Mau wahai Rasûlullâh!” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir kepada Allâh Yang Maha Tinggi.”[18]

Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ ، مَثَلُ الْـحَيِّ وَ الْـمَيِّتِ

Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan orang yang tidak berdzikir kepada Rabbnya adalah seperti perbedaan antara orang yang hidup dengan orang yang mati [19]

FAEDAH ATAU MANFAAT DZIKIR (MENGINGAT ALLAH AZZA WA JALLA)
Manfaat dzikir kepada Allâh Azza wa Jalla banyak sekali, di antaranya yaitu:
1. Mengusir setan, menundukkan dan mengenyahkannya.
2. Menghilangkan kesedihan dan kemuraman dari hati.
3. Mendatangkan kegembiraan dan kesenangan dalam hati.
4. Melapangkan rizki dan mendatangkan barakah.

5. Membuahkan ketundukan, yaitu berupa kepasrahan diri kepada Allâh dan kembali kepada-Nya. Selagi dia lebih banyak kembali kepada Allâh dengan cara berdzikir, maka dalam keadaan seperti apapun dia akan kembali kepada Allâh dengan hatinya, sehingga Allâh menjadi tempat mengadu dan tempat kembali, kebahagiaan dan kesenangannya, tempat bergantung tatkala mendapat bencana dan musibah.

6. Membuahkan kedekatan kepada Allâh Azza wa Jalla . Seberapa jauh dia melakukan dzikir kepada Allâh, maka sejauh itu pula kedekatannya kepada Allâh, dan seberapa jauh ia lalai melakukan dzikir, maka sejauh itu pula jarak yang memisahkannya dari Allâh.

7. Membuat hati menjadi hidup. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah t berkata, “Dzikir bagi hati sama dengan air bagi ikan, maka bagaimana keadaan yang akan terjadi pada ikan seandainya berpisah dengan air ??? ”

8. Membersihkan hati dari karatnya, karena segala sesuatu ada karatnya dan karat hati adalah lalai dan hawa nafsu. Sedang untuk membersihkan karat ini adalah dengan taubat dan istighfar.

9. Hamba yang mengenal Allâh, dengan cara berdo’adan berdzikir saat lapang, maka Allâh akan mengenalnya disaat ia menghadapi kesulitan.

10. Menyelamatkannya dari adzab Allâh sebagaimana yang dikatakan Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu dan dia memarfu’kannya ” Tidak ada amal yang dilakukan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari adzab Allâh, selain dari dzikir kepada Allâh Azza wa Jalla “[20].

11. Menyebabkan turunnya ketenangan, datangnya rahmat dan para Malaikat mengelilingi orang yang berdzikir, sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

12. Menyibukkan lisan dari melakukan ghibah, adu domba, dusta, kekejian dan kebathilan.

Sudah selayaknya bagi seorang hamba untuk berbicara yang baik, jika bicaranya bukan dzikir kepada Allâh, tetapi berupa hal-hal yang diharamkan ini, maka tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali dengan dzikir kepada Allâh.

Cukup banyak pengalaman dan kejadian yang membuktikan hal ini. Siapa yang membiasakan lidahnya untuk berdzikir, maka lidahnya lebih terjaga dari kebathilan dan perkataan yang sia-sia. Namun siapa yang lidahnya tidak pernah mengenal dzikir, maka kebathilan dan kekejian banyak terucap dari lidahnya.

13. Dzikir memberikan rasa aman dari penyesalan di hari kiamat. Karena majlis yang didalamnya tidak ada dzikir kepada Allâh, maka akan menjadi penyesalan bagi pelakunya pada hari kiamat.

14. Dzikir merupakan ibadah yang paling mudah, namun paling agung dan paling utama. Sebab gerakan lidah merupakan gerakan anggota tubuh yang paling ringan dan paling mudah. Andaikan ada anggota tubuh lain yang harus bergerak, seperti gerakan lidah selama sehari semalam, tentu ia akan kesulitan melaksanakannya dan bahkan tidak mungkin.[21]

Mudah-mudahan Allâh Azza wa Jalla menjadikan kita termasuk dari hamba-hamba yang ikhlas dan banyak berdzikir yang sesuai dengan sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XV/1433H/2012M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1]. Shahih: HR. Ibnu Hibbân (no. 815-at-Ta’lîqâtul Hisân).
[2]. HR. Muslim (no. 2676).
[3]. Atsar shahih: HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabîr (no. 8502), al-Hâkim (II/294), Ibnu Jarîr dalam Tafsîr ath-Thabari (III/375-376), dan Ibnu Katsîr dalam Tafsîrnya (II/87).
[4]. Shahih: HR. Muslim (no. 373), Abu Dâwud (no. 18), at-Tirmidzi (no. 3384), dan selainnya.
[5]. Shahih: HR. al-Bukhâri (no. 660), Muslim (no. 1031), at-Tirmidzi (no. 2391), dan Ahmad (II/439).
[6]. Shahih: HR. Abu Dâwud (no. 4856); Shahîh Abi Dâwud (III/920, no. 4065) dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu
[7]. Shahih: HR. at-Tirmidzi (no. 3380), Ahmad (II/446, 453, 481) dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 74).
[8]. Shahih: HR. Abu Dâwud (no. 4855), Ahmad (II/389), al-Hâkim (I/492), dan lainnya. al-Hâkim berkata, “Bahwa hadits ini shahih menurut syarat Muslim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi.” Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 77) dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.
[9]. HR. Ahmad (I/47), at-Tirmidzi (no. 3428, 3429), Ibnu Mâjah (no. 2235), ad-Dârimi (II/293), al-Baghawi (no. 1338), ath-Thabrani dalam ad-Du’â (no. 792-793) dari Shahabat ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhuma. Dishahihkan oleh al-Hâkim (I/538) dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albâni dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 3139).
[10]. Hilyatul Auliyâ’ (IV/227).
[11]. Lihat Tafsîr Ibni Katsîr (VI/280-282) dengan diringkas.
[12]. al-‘Ubûdiyyah (hlm. 120-121), tahqiq Syaikh ‘Ali bin Hasan al-Halabi.
[13]. Shahih: HR. Muslim (no. 635).
[14]. Baca buku Penulis Do’a dan Wirid, Pustaka Imam asy-Syafi’i, cet ke-12, Jakarta.
[15]. Baca buku Penulis Do’a dan Wirid dan Dzikir Pagi dan Petang, Pustaka Imam asy-Syafi’i, Jakarta.
[16]. Shahih: HR. at-Tirmidzi (no. 3414), Ibnu Mâjah (no. 3878).
[17]. Shahih: HR. Abu Dâwud (no. 1309) dan Ibnu Mâjah (no. 1335) dari Shahabat Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu. Syaikh al-Albani berkata dalam Takhrîj Hidâyatir Ruwât (II/49, no. 1194), “Isnadnya shahih. Dishahihkan oleh al-Hâkim, adz-Dzahabi, an-Nawawi, dan al-‘Iraqi.
[18]. Shahih: HR. at-Tirmidzi (no. 3377), Ibnu Mâjah (no. 3790), dan al-Hâkim (I/ 496) dari Shahabat Abu Darda’ Radhiyallahu anhu. Lafazh hadits ini lafazh at-Tirmidzi. Dishahihkan oleh al-Hâkim dan disetujui oleh adz-Dzahabi.
[19]. Shahih: HR. al-Bukhâri (no. 6407)/Fathul Baari (XI/208).
[20]. HR. Ahmad (V/239).
[21]. Diringkas dari Shahîh al-Wâbilus Shayyib karya Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, takhrij Syaikh Slaim bin ‘Ied al-Hilali. Lihat juga buku Penulis Do’a dan Wirid, Pustaka Imam asy-Syafi’i, Jakarta.

courtesy: http://almanhaj.or.id/content/3849/slash/0/keutamaan-dzikir-kepada-allah-subhanahu-wa-taala/